Pandemi COVID-19 menghantam kita semua, tidak terkecuali para pekerja di industri media, kreatif, seni, budaya, hiburan, digital.

Hingga akhir April 2020, setidaknya sudah lebih dari 200 freelancers dari berbagai kota di Indonesia melaporkan pembatalan project yang mereka alami. Dalam survei SINDIKASI “Mengubur Pundi di Tengah Pandemi”, 87,8%-nya tidak mendapat kompensasi dan 56,1% dari mereka punya tanggungan yang harus turut mereka hidupi. Tak hanya pekerja lepas, banyak juga pekerja kantoran di industri ini yang terpaksa mengalami penundaan dan pemotongan gaji, dirumahkan tanpa upah, bahkan PHK tanpa pesangon sama sekali.

Dengan minimnya jaring pengaman yang tersedia terutama dari negara, pilihan pekerja memang terbatas. Namun, kita bisa mendorong solidaritas lewat mutual aid agar bisa saling menghidupi satu sama lain.

Nama-nama yang terdata telah melalui proses verifikasi oleh SINDIKASI. Selain itu, SINDIKASI menetapkan batas dana terendah sebesar Rp 950 ribu untuk pekerja lajang dengan asumsi mendapat asupan gizi sebesar 3000 K Kalori per hari selama sebulan. Penetapan itu mengadopsi standar hidup layak berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 13 Tahun 2012. Bersama Bagirata, kami mengajakmu untuk membantu para pekerja media dan industri kreatif terdampak Covid-19.

FAQ